Kasus terorisme di Pamulang dinilai menutupi kasus Century, juga sebagai bentuk ketundukan pemerintah terhadap Barat
Hidayatullah.com--Penggrebekan tertuduh
“teroris” oleh Densus 88 di Pamulang masih menuai respon beragam. Salah
satunya datang dari Ketua Umum Pelajar Islam Indonesia (PII),
Nashrullah.
Organisasi pelajar yang telah eksis sejak tahun 1947
itu, justru menilai pemerintah terlampau berlebihan dalam menangani
kasus terorisme dan sangat tunduk kepada Barat.
Lebih-lebih
dengan upaya penggiringan opini yang menyematkan terorisme dengan aksi
kelompok muslim di Indonesia.
“Saya melihat ini merupakan
kebijakan pemerintah yang terlampau berlebihan kalau ini dikaitkan
dengan Islam,” jelas Nashrullah.
Menurutnya, pemerintah harusnya
meneliti dulu sebelum bertindak. Tidak asal tembak seperti itu, apalagi
kalau hanya ingin dipuji Barat. Jelas ini memilukan, apalagi yang
ditembak umat Islam.
“Seharusnya pemerintah menilik ini sebagai
sebuah gerakan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang tidak berpihak
kepada kaum mustad'afin (lemah) dan terlalu tunduk, seolah-olah tidak
punya harga diri di hadapan bangsa yang sebenarnya menjajah kita secara
tidak langsug dengan kebijakan politik, ekonomi, dan kebudayaannya,”
terang Nashrullah, kepada hidayatullah.com.
Bahkan,
menurut ia, gerakan yang oleh pemerintah diklaim sebagai gerakan
teroris itu, sebenarnya bukanlah gerakan yang membahayakan bangsa dan
negara ini.
“Dan saya pikir gerakan ini pun tidak akan membahayakan bangsa ini secara langsung. Sebab yang disebut “terorisme” itu, akan selalu ada ketika pemerintah yang berkuasa banyak memberlakukan sebuah ketidakadilan dalam kehidupannya,” tambahnya.
Oleh karena itu, dia berharap kepada kalangan muda, khususnya aktivis muslim di Indonesia, jangan mudah tergiring oleh opini bentukan media massa, yang dalam tempo beberapa tahun ke depan harus disikapi secara kritis berbagai macam pemberitaannya. Apalagi jika itu menyangkut Islam dan Barat.
“Saya berharap sebagai generasi muda harusnya tidak terjebak pada mainstream yang dibuat Barat terhadap kita, terutama umat Islam. Kita harus menunjukan bahwa Islam adalah ajaran yang memberikan kedamaian kepada semua. Tidak saja manusia, tetapi juga binatang, tumbuh-tumbuhan, lingkungan, dan lain-lain,” imbaunya.
“Dan saya pikir gerakan ini pun tidak akan membahayakan bangsa ini secara langsung. Sebab yang disebut “terorisme” itu, akan selalu ada ketika pemerintah yang berkuasa banyak memberlakukan sebuah ketidakadilan dalam kehidupannya,” tambahnya.
Oleh karena itu, dia berharap kepada kalangan muda, khususnya aktivis muslim di Indonesia, jangan mudah tergiring oleh opini bentukan media massa, yang dalam tempo beberapa tahun ke depan harus disikapi secara kritis berbagai macam pemberitaannya. Apalagi jika itu menyangkut Islam dan Barat.
“Saya berharap sebagai generasi muda harusnya tidak terjebak pada mainstream yang dibuat Barat terhadap kita, terutama umat Islam. Kita harus menunjukan bahwa Islam adalah ajaran yang memberikan kedamaian kepada semua. Tidak saja manusia, tetapi juga binatang, tumbuh-tumbuhan, lingkungan, dan lain-lain,” imbaunya.
Baca juga yang ini :
- 500 Tokoh Jawa Barat Tolak Kedatangan Obama
- Ba'asyir: Mengapa Jasad Dulmatin Wangi?
- Warga Diminta Tak Tersulut Pencitraan Media
- Sertifikasi Halal LPPOM-MUI Standar Internasional
plakat
15 Februari 2012 - 00:21:10 WIB
siapa yang menguasai informasi maka dia yang akan menang, di indonesia media informasi sudah banyak di kuasai asing
15 Februari 2012 - 00:21:10 WIB
siapa yang menguasai informasi maka dia yang akan menang, di indonesia media informasi sudah banyak di kuasai asing
Beri Komentar






Pengunjung hari ini : 13
Total pengunjung : 34066
Pengunjung Online: 6


