DAKAR--Senegal akan meresmikan monumen besar seharga 27 juta dolar AS yang dikritik karena mahal dan dianggap tidak Islami. Patung setinggi 49 meter itu terletak di Dakar dan dibangun sebagai tonggak peringatan ke-50 kemerdekaan negara itu.

Sejumlah pakar menyebut patung itu tidak Islami, sementara kalangan lain mengecam biaya yang terlalu mahal. Namun, para pendukung mengatakan, patung itu mewakili kebangkitan Afrika dari 'ketiadaan toleransi dan rasisme.'

Patung perunggu yang digagas Presiden Abdoulaye Wade itu menampilkan tiga orang; Seorang pria yang menggandeng seorang wanita dan seorang anak, yang menunjuk ke arah laut.

Sekitar 30 kepala negara dan pegiat hak asasi Amerika Serikat (AS), Jesse Jackson, menghadiri upacara peresmian pada hari Sabtu (3/4). Namun sejumlah pemuka Islam mengeluhkan, monumen itu telah dijadikan sebagai idola.

Menjelang peresmian, kantor berita Reuters mengutip seorang imam, Massamba Diop, yang mengatakan kepada jemaah di Masjid Dakar: "Kami telah mengeluarkan fatwa berisi desakan kepada para imam Senegal untuk membaca al-Quran hari Jumat, dan meminta Allah untuk menghindari kita dari hukuman karena patung yang memalukan ini."

Unjuk rasa diserukan pada hari Sabtu untuk menentang 'semua kegagalan rejim Wade dan salah satunya adalah patung ini'. Namun demonstrasi itu dilarang pemerintah.

Patung yang dibangun para buruh Korea Utara itu, diwarnai protes sejak awal pendirian.
Sejumlah pihak marah atas usulan Wade bahwa ia secara pribadi akan mengambil 35 persen keuntungan yang didapat dari patung itu.

Wade juga meminta maaf kepada minoritas Kristen Senegal karena membandingkan patung itu dengan Yesus. Namun, para pendukung Wade tetap mempertahankan proyek itu.

Senator Ahmed Bachir Kounta mengatakan, Setiap karya arsitektur selalu menimbulkan silang pendapat. ''Coba lihat Menara Eiffel di Paris,'' kilahnya.


Baca juga yang ini :

- Waspada, Filter Rokok Terbuat dari Sel Darah Babi
- Vaksin Meningitis Halal Baru Ada Lima Tahun Lagi?
- Din: Ormas Islam tak Mungkin tak Berpolitik
- Negara Ketiga Diminta Kejar Pembunuh Tokoh Hamas
- Syeikh Al-Qaradhawi Resmi Dinonaktifkan dari Islam Online


Komentar

Beri Komentar
Nama :
Website :
    Ex: www.stishidayatullah.ac.id (tanpa http://)
Komentar :
   
    (Masukan 6 digit kode diatas)
   
Cari





Copyright © 2010 by STIS Hidayatullah Balikpapan. Desain by Imran Kali Jaka All Rights Reserved.
e-mail : admin@stishidayatullah.ac.id | imran_asa99@yahoo.com