Berlandas pemaknaan distortif terhadap ayat
yang bicara soal perang, kaum atheis selalu mengkampanyekan bahwa agama
adalah pemicu perang. Pekan lalu televisi Al Jazeera membahas tema
tersebut. Berikut bagian pertama dari tiga tulisan yang
menyimpulkannya untuk rubrik Islam Digest di Republika Online.
-------------
Kebanyakan persepsi dunia Barat menganggap
Alquran banyak mempromosikan perang dan konflik. Pandangan seperti ini
bertambah kuat setelah peristiwa 11 September. Salah satu ayat yang
kerap dikaitkan dengan perang itu adalah Surat At Taubah ayat 5.
Ayat
tersebut memang secara eksplisit menyebutkan kata 'bunuhlah'.
Lengkapnya ayat tersebut bisa diterjemahkan, "Apabila sudah habis
bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana
saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan
intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan
shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk
berjalan. Sesunggunya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Persepsi
keliru kerap terjadi karena ayat tersebut hanya dibaca secara parsial,
dan tidak dikaitkan dengan ayat sebelum dan sesudahnya. Banyak ahli
tafsir memahami bahwa ayat tersebut terangkai dengan perjanjian
Hudaibiyah antara Rasulullah SAW dan kaum musyrik Makkah. Perintah untuk
membunuh diarahkan pada kaum musyrik yang nyata-nyata melanggar
perjanjian. Ayat-ayat di sekitar ayat tersebut, nyata sekali
menggambarkan perintah Allah SWT kepada umat-Nya untuk senantiasa
menjaga perdamaian.
Ayat lain yang menyebutkan peperangan
terdapat dalam Surat Albaqarah ayat 190-191. Ayat tersebut menurut
Alquran Terjemah terbitan Departemen Agama RI berbunyi, "Dan perangilah
di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu
melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang melampaui batas."
Kemudian ayat 191 Surat Albaqarah
menyebutkan, "Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan
usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Makkah), dan
fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu
memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu
di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah
mereka. Demikian balasan bagi orang-orang kafir.
Perihal perang
juga disebut dalam ayat lainnya yang terdapat dalam Surat Al Maidah ayat
33. Jika diterjemahkan, ayat tersebut mengungkapkan, "Sesunggunya
pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan
membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh, disalib, atau
dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang
dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu
penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan
yang besar."
Ketiga ayat terakhir ini menyiratkan perintah perang
terhadap umat Islam dengan posisi untuk membela diri. Kaum Muslim
diseru untuk berperang, jika memang dalam kondisi diserang oleh kelompok
musyrik.
Ayat-ayat seruan perang, bukanlah monopoli Alquran.
Dalam Injil, seruan perang juga tidak kalah banyak. Salah satu ayatnya
berbunyi, "Panah-panah-Ku akan dilumuri darah mereka; semua yang
menentang Aku Kubunuh dengan pedang-Ku. Tidak Kubiarkan siapa pun
melawan Aku; orang tahanan dan yang luka-luka mesti mati juga."
(Deuteronomy 32:42)
Bagian lain dalam Injil juga menyebutkan,
"Apabila Tuhan, Allahmu, telah membawa engkau ke dalam negeri, ke mana
engkau masuk untuk mendudukinya, dan Ia telah menghalau banyak bangsa
dari depanmu, yakni orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan,
orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, tujuh bangsa, yang lebih
banyak dan lebih kuat dari padamu, dan Tuhan, Allahmu, telah menyerahkan
mereka kepadamu, sehingga engkau memukul mereka kalah, maka haruslah
kamu menumpas mereka sama sekali. Janganlah engkau mengadakan perjanjian
dengan mereka dan janganlah engkau mengasihani mereka." (Deuteronomy
7:1-2) (bersambung)
Baca juga yang ini :
- MUI: Jangan Boikot Pajak!
- Amien Rais: Tahlil Jangan Hanya Diucapkan
- Kisah Kaum Sabat
- Keluarga Sakinah Miniatur Masyarakat Madani
- Kaum Muslimin, Darah Muslim Chechnya Sama Mahalnya Dengan Palestina






Pengunjung hari ini : 65
Total pengunjung : 28377
Pengunjung Online: 5


