PARIS--Omar bin Ladin, anak Usamah bin Ladin ditolak permohonan visanya
oleh Prancis dan sejumlah negara Eropa lainnya. Padahal, bersama empat
saudara dan istrinya, ia dijadwalkan untuk tiba di Paris Jumat untuk
peluncuran buku Osama bin Laden: A Family Portrait, yang mencela cara
pembunuh ayahnya. "Sayangnya, negara-negara Zone Schengen memutuskan
untuk menolak permohonan visanya," ujar salah satu wakil dari Penerbit
Denoel yang menerbitkan buku itu.Menurutnya, Prancis sebenarnya memberikan harapan. "Pada Selasa malam, mereka belum memutuskan apakah akan memberikan kepadanya keluarga bin Ladin atau tidak. Dan sampai hari ini tidak ada kata tidak," katanya. Akhirnya penerbit memutuskan, dengan hadir atau tidak keluarga bin Ladin, buku itu tetap akan diedarkan pada Jumat.
Omar menulis buku itu bersama ibunya, Najwa, seorang wanita Suriah 51 tahun dan merupakan istri pertama dari lima istri Usamah. Mereka dibantu menulis oleh seorang jurnalis asal Amerika Serikat, Jean Sasson.
Dalam bukunya, Omar, 29 tahun, mengisahkan sejarah hidup keluarga manusia yang paling dicari di dunia itu. Ia menceritakan suka duka menjadi anak pertama dari 20 anak-anak Usamah dan pandangannya tentang ayahnya.
Najwa dan Bin Ladin menikah di Arab Saudi pada tahun 1974. Mereka kemudian pindah ke Sudan dan kemudian Afghanistan di mana AlKaidah bermarkas sebelum serangan 11 September 2001. Sebuah surat kabar yang terbit di Paris melaporkan bahwa Omar saat ini tinggal di Qatar setelah sebelumnya berada di Spanyol setelah dideportasi dari Mesir, semua terjadi pada minggu yang sama.
Baca juga yang ini :
- Militer Inggris Jadikan Masjid Sasaran Tembak
- Paskah, Pameran Pajang Lukisan Lecehkan Muslim
- Paus Tawarkan Bertemu Korban Pelanggaran Seks
- Vatikan Bantu Ekstradisi Pendeta Peleceh
- Ditemukan, Vaksin Meningitis Baru
Beri Komentar




Pengunjung hari ini : 14
Total pengunjung : 34067
Pengunjung Online: 5


