Salah satu dalam tradisi Islam adalah menghormati tamu. Bahkan Rasulullah menyampaikan hadistnya "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya muliakanlah tamu". Secara logika tamu atau saat kita menjadi tamu maka sangat membutuhkan pelayanan dan perhatian karena datang ada keperluannya.
Sebenarnya hampir setiap hari ada saja tamu datang ke pesantren tapi pada 18 Jnauari 2011, ada tamu yang istimewa yaitu ketua umum DPP Partai Demokrat yaitu Anas Urbaningrum dengan Sekjennya sekaligus putra kedua Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono yaitu mas Ibas bersama rombongan.
Rombongan ada anggota DPR fraksi Demokrat yaitu Aji Masaid dan Nasri Amir. Ketua DPW Demokrat Kaltim sekaligus bupati Kutai Timur yaitu Isran Noor, ketua DPD Demokrat Balikpapan Agung dan anggota DPRD I Kaltim ibu Puji.
Acara kunjungan yang direncanakan jam 20.00 tapi molor dan baru datang 21.00. santri dan jamaah tetap setia menunggu walau sambil menahan lapar karena belum makan malam. Acara diformat sangat sederhana yaitu pembukaan yang dipimpin ustadz Arfan, baca al-Qur'an oleh ust. Mukhlis, sambutan dari ust. Nashirul kemudian sambutan dari pak Anas dan ditutup doa oleh ustad Muslehuddin.
Ini sekaligus ajang tampilnya tokoh-tokoh muda. Ust nashirul mewakili YPPH menyampaikan sambutan yang hangat yaitu Hidayatullah sebagai ormas Islam adalah berbendera putih dan bisa menyesuaikan dengan warna apa saja termasuk biru tapi dengan beberapa syarat. Syarat-syarat itu beliau singkat 3 Si maksudnya satu visi yaitu membangun peradaban Islam menuju bangsa yang bermartabat. Ketiga distribusi yaitu komitmen untuk memberikan pelayanan kepada umat dan masyarakat. Beliau juga menyebut tiga kesamaan ust. Nashirulnya dengan pak anas yaitu masih muda, menantu pendiri pesantren dan sama-sama calon presiden. Ini membuat tertawa seluruh tamu dan santri.
Pak anas memberikan sambutan dengan menjawab sambutan ust. Nashirul bahwa sepakat untuk membangun bangsa ini dengan moral. Beliau juga memotivasi santri karena beliau juga pernah sekolah di madrasah dan tinggal di pesantren selama tiga tahun. Bahwa santri itu bisa sukses dan menjadi tokoh.
Acara ditutup dengan makan-makan di WKP dan ngobrol-ngobol ringan tentang negara dan umat Islam.
Baca juga yang ini :
- SAMBUTAN WAKIL WALIKOTA
- SAMBUTAN WALIKOTA DALAM WISUDA STIS 2010
- WORKSHOP PENULISAN ILMIAH DAN PErPUSTAKAAN
- kuliah umum
- Nama-nama Wisudawan/wati STIS Hidayatullah
Beri Komentar





Pengunjung hari ini : 14
Total pengunjung : 34067
Pengunjung Online: 6


