Beramal Setelah Berilmu

 

Kilas Balik STIS Hidayatullah

Kiprah Sekolah Tinggi Ilmu Syari'ah (STIS) Hidayatullah Balikpapan tentu tak bisa lepas dari keberadaan Hidayatullah sebagai Organisasi Masyarakat (Ormas) yang berbasis pesantren. STIS Hidayatullah - demikian sebutan familiarnya - terletak di tengah-tengah lingkungan Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan. Sekedar catatan, dari dulu hingga saat ini, Hidayatullah Balikpapan dikenal sebagai pusat pengkaderan santri dan tenaga da'i, tempat mereka digembleng dan dibina sebelum akhirnya ditugaskan berdakwah ke berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Pertengahan tahun 2004, menjadi tinta emas yang tercatat dalam sejarah STIS Hidayatullah. Saat itulah awal mula STIS hadir di tengah umat setelah lembaga pendidikan ini mengalami berkali-kali perubahan nama dan status sebelumnya. Namun, lazimnya mengawali suatu pekerjaan, masa-masa awal pendirian STIS menjadi kenangan indah yang sarat dengan suka duka perjuangan. Tujuan mulia dari pendirian STIS ini rupanya harus terbentur dengan segala keterbatasan yang melingkupi STIS. Mulai dari kekurangan sarana prasarana, Sumber Daya Manusia (SDM), hingga minimnya anggaran dana operasional yang tersedia saat itu. Hal itu terasa semakin tidak ringan karena sejak awal pendirian, STIS sudah berazam untuk tidak menarik biaya pendidikan (SPP) dari mahasiswa. Atau dengan kata lain, seluruh biaya SPP dan asrama serta konsumsi gratis buat seluruh mahasiswa.

Bukan perjuangan jika hal itu sepi dari tantangan. Spirit inilah yang melandasi para pengurus STIS untuk terus survive dengan segala keadaan. Alhasil, hingga saat ini (2011) STIS Hidayatullah telah menamatkan lima angkatan sejak tahun 2007. Uniknya, semua alumni terbaik tersebut tidak ada yang menganggur. Sebab mereka langsung mendapat amanah penugasan berdakwah ke berbagai daerah di seluruh nusantara.

STIS Tampil Beda   

Mau kemana setelah tamat kuliah? Boleh jadi ini adalah pertanyaan klise bagi setiap yang belajar di bangku kuliah. Tidak memandang apakah ia kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau ia belajar di sebuah Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Hal ini tak mengherankan, sebab derasnya arus materialisme dan kapitalisme seringkali menjadikan seseorang hanya mampu berfikir pragmatis. Orientasi orang kuliah karena ingin cari kerja, lalu menikah, punya anak dan cucu hingga akhirnya meninggal. Orientasi semacam ini terlalu rendah dan kering dari makna tujuan hidup di dunia. Lebih aneh lagi, banyak orang kuliah untuk mencari kerja tapi realitasnya malah terbalik. Angka pengangguran tak pernah menyusut di negara ini.

Metodologi keilmuan di STIS Hidayatullah adalah meyakini sumber ilmu berasal dari Allah Ta'ala. Sebagaimana tujuan menuntut ilmu adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah. sehingga dengan keyakinan ini, beramal dan berdakwah adalah tuntutan orang yang berilmu dan beramal. Tidak ada istilah dan waktu menganggur bagi orang yang berilmu dan beriman.

Spirit Dakwah Nabi

Dalam ajaran agama, seseorang tak cukup jika hanya berkutat dengan ilmu teoritis semata. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tak akan bermanfaat jika tak diamalkan secara nyata. Di sisi lain suatu perbuatan tidak dinamakan amal shalih jika ia berbuat tanpa didasari dengan ilmu yang benar sebelumnya. Ilmu baru bermanfaat jika diamalkan sebagaimana amalan tak akan shalih kalau tidak dengan ilmu.

Bertolak dari pemahaman ini, para lulusan STIS Hidayatullah tak lagi memikirkan daerah mana yang akan dituju setelah tamat nanti. Mereka tidak perlu membedakan daerah tempat mereka bertugas kelak. Sebab para kader Hidayatullah itu sebelumnya telah mendapatkan pencerahan akan hal tersebut. Tak lain, apa yang mereka jalani ini adalah metode dakwah Nabi yang pernah dilakoni oleh sahabat-sahabat terdahulu.

Dahulu para sahabat menjadi duta-duta Islam dalam menyebarkan agama mulia ini. Bertolak dari kota Madinah, mereka lalu disebar menyampaikan amanah dakwah ini ke seluruh semenanjung Arab hingga melintasi daratan Benua Eropa, Asia, bahkan tembus ke belantara Afrika ketika itu.

Kini -meski dengan segala kekurangan- STIS Hidayatullah mencoba menapaktilasi hal yang serupa. Sejak angkatan pertama, STIS langsung menerjunkan kader-kader terbaiknya ke seluruh pelosok nusantara. Mereka mengemban amanah dakwah sekaligus memberikan pencerahan kepada umat Islam yang ada.    

Hidayatullah yang telah menyebar ke ratusan kota dan kabupaten di Indonesia telah menyiapkan sejumlah lapangan pekerjaan bagi para sarjana Hidayatullah. Mulai dari lembaga pendidikan dasar dan menengah, lembaga dakwah, hingga sejumlah badan-badan usaha milik Hidayatullah di daerah-daerah. Jadinya, para lulusan STIS Hidayatullah tak perlu dipusingkan dengan mau kemana mereka setelah tamat dari bangku kuliah. Para mahasiswa tak perlu lagi risau akan momok "pengangguran berdasi". Sebab sejumlah lapangan pekerjaan telah menanti di berbagai daerah, tentunya sesuai dengan skill dan kemampuan yang mereka miliki.

STIS Hidayatullah tak ingin para kadernya hanya menjadi penonton di tengah tumpukan permasalahan yang mendera masyarakat saat ini. Menjadikan para lulusannya hanya sebatas tahu akan ilmu-ilmu syariah tapi tidak membekas pada perubahan sosial di sekitarnya. Sebab STIS Hidayatullah menyadari jika masyarakat bukanlah kekurangan para pakar syariah, namun yang langka saat ini adalah para sarjana yang siap mengaplikasikan dan membagikan ilmunya kepada masyarakat yang haus akan kebutuhan itu.

Olehnya tak heran jika STIS Hidayatullah optimis menatap masa depan para alumninya. Bukan karena mereka adalah orang-orang yang menguasai permasalahan syariah. Bukan karena lulusan STIS Hidayatullah telah memiliki ilmu secara mumpuni. Tetapi lebih dari itu, karena para lulusan STIS senantiasa siap terjun ke lapangan. Mengaplikasikan apa yang pernah mereka pelajari di bangku kuliah dahulu. Para lulusan STIS juga meyakini keberkahan ilmu itu terdapat pada pengamalannya. Bukan ketika ilmu itu hanya sebagai tumpukan kitab dan hafalan semata. Allahu Akbar !!




Baca juga yang ini :

- PKD STIS 2011
- Cinta Bukan Hanya di Kata
- Pendaftaran Mahasiswa Baru 2011
- Benarkah Anda Seorang Khalifah?
- Al Qaradhawi:”Al Qadianiyah, Minoritas Non Muslim”


Komentar

Beri Komentar
Nama :
Website :
    Ex: www.stishidayatullah.ac.id (tanpa http://)
Komentar :
   
    (Masukan 6 digit kode diatas)
   
Cari





Copyright © 2010 by STIS Hidayatullah Balikpapan. Desain by Imran Kali Jaka All Rights Reserved.
e-mail : admin@stishidayatullah.ac.id | imran_asa99@yahoo.com