MEMBANGUN SISTEM, BERSIAP TEGANG
Salah satu faktor yang menentukan dalam proses pembelajaran di sekolah dari tingkat PAUD (Pendidikan Usia Dini) sampai PT (Perguruan Tinggi) adalah terbangunnya sistem yang menopang tercapainya visi misinya. Keberadaan sistem yang jelas dan konsisten sangat berpengaruh terhadap dunia akademik dan gairah belajar dari para siswa dan pengajar.
Sistem memang terkadang tidak nampak tapi keberadaannya sangat dirasakan oleh semua pihak yang berkecimpung di institusi tersebut. Sehingga keberadaan sistem harus dikongkritkan dalam bentuk aturan atau SOP yang selalu dikawal perjalanannya.
membangun sistem baru selalu berhadapan dengan budaya lama yang mersponnya secara negatif. STIS Hidayatullah 2011 membangun sistem perkuliahan yang tepat waktu dan aktif, selama ini dianggap wacana dan tidak konsisten. Tapi setelah ada kesepakatan bersama dan membuat perangkat kendali serta membuktikan di akhir semester, mahasiswa banyak terhenyak dan kaget menghadapi realita bahwa dia menjadi salah satu mahasiswa yang tereliminier dalam ujian semester.
Sebagai pengawal sistem, maka harus tutup mata dan bersiap untuk menghadapi benturan agar sistem baru yang lebih baik bisa berjalan dengan maksimal. Keberanian yang ditopang dengan kebersamaan tim adalah kunci untuk menerapkan sebuah sistem baru. Awal semester ganjil, ada konskwensi penerapan sistem baru yaitu tidak naik semesternya 20 mahasiswa karena faktor kehadiran dan pencapaian nilai. Awalnya harus tegang, tapi kalau tidak diterapkan konkwensi sistem maka sistem menjadi bahan tertawaan mahasiswa.
Sejak semester kemarin, sistem presensi mahasiswa dilakukan dengan semi profesional tanpa melibatkan dosen dan mahasiswa tapi ada petugas khusus yang setiap jam perkuliahan masuk ke semua kelas. Tempat duduk mahasiswa juga dirutkan berdasarkan absensi kelas, sehingga petugas presensi tidak perlu mengenal nama mahasiswa, hanya melihat nomor kursi kosong maka sudah bisa terdeteksi mahasiswa yang tidak hadir.
Sistem perizinan juga diperbaharui dengan lebih sederhana tapi mudah pengendalian dan kontrolnya. Kesimpulannya, membutuhkan kekuatan lebih untuk bisa menerapkan sebuah sistem baru dan sosialisasi yang gencar untuk mengingatkan dan memahamkan sebuah sistem baru
Baca juga yang ini :
- SURAT KOMITMEN STIS HIDAYATULLAH
- PESERTA PERNIKAHAN MUBARAKAH 16 OKTOBER 2011
- PERNIKAHAN MUBARAKAH, PERNIKAHAN PENGKADERAN
- PERNIKAHAN MUBARAKAH PROGRAM MELAWAN BUDAYA
- Sambutan Ketua Penugasan angkatan ke-5
Beri Komentar





Pengunjung hari ini : 14
Total pengunjung : 34067
Pengunjung Online: 5


